Posts

Showing posts from December, 2022

Analisa SPMA 22Q3.

Image
Sekilas dilihat emiten ini menarik. Gearing ratio 35% good. OCF good. CCC 129 hari good. And perlu di note kalau komponen COGS ada 3 yaitu bahan baku, TKL, dan BOP. Untuk industri kertas biasa BOP nya relative high. Sekarang mari kita bahas key variablesnya.  1. Inventory Naik. Dari 577M (21Q4) jadi 814M (22Q3), mayoritas bahan baku. Angka ini tergolong besar mengingat pemakaian bahan baku perusahaan 1092M di 22Q3. Artinya ada stock di gudang setara 203 hari. Cukup tinggi dibanding OKI (anak TKIM) yang 128 hari and INKP yang 105 hari.  2. Revenue dan NPM Naik. 99,2% revenue perusahaan berupa penjualan kertas. Alias 2339M dari 2358M. Sehingga fokus kita akan kesana. Saya akan sertakan revenue/ quantity/ASP segmen kertas -22Q3: 2339/154/15,2 -21Q3: 1914/149/12,9 -20Q3: 1532/140/10,9 -19Q3: 1864/170/11,0 NPM perusahaan juga naik.  -19: 5,2% -20: 7,5% -21: 10,5% -22: 10,5% Mengapa begitu? Jawabannya jelas karena ASP paper yang memang sedang tinggi hingga saat ini. So bila anda tertarik den

Artikel Saham Rokok+ WIIM 2023

Image
Dalam rangka WIIM turun harganya saya mau revisit tesis saya kembali dengan update an baru. Kuncinya ada di UMR. UMR naik daya beli naik. Kalau UMR ga naik kaya beberapa tahun terakhir daya beli rendah, perusahaan rokok susah naikin harga. Padahal cukai naik terus. Berikut COGS/revenue, beban cukai/ revenue, COGS diluar cukai/revenue beberapa company rokok: -HMSP 85,0%/60,4%/24,6% -GGRM 91,8%/79,2%/12,6% -WIIM 79,1%/55,3%/23,8% 2023 naik 10% asumsi aja cukai SKM naik 12%. Artinya kalau mau pass on cukai maka kenaikan harus seperti berikut: -HMSP +7,2% -GGRM +9,5% -WIIM +6,6% Di 2023 kenaikan UMR Jakarta (5,6%), Jabar (7,9%), Jateng (8,0%), Jatim (7,8%). Skrg mari kt posisikan diri sebagai GGRM and HMSP. Ada 3 skenario disini. 1. HMSP +5%, GGRM +7%. Kalau begini laba mereka akan semakin tergerus dimana EPS akan jadi HMSP (38) and GGRM (0). 2. HMSP +7,2%, GGRM +9,5%. Kalau gini laba mereka akan sama dimana EPS HMSP (56) dan GGRM (1000). 3. HMSP +9%, GGRM +11%. Kalau gini laba mereka akan

ABMM: Monstrous Profit Ahead

Image
ABMM kemarin merilis LK dan hasilnya wonderful sekali. Di periode Q3 ini ABMM menerima dividen 12 jt dari investasinya di private company dan juga booster 16 jt dari GEMS (laba 1 bulan GEMS). Tujuan artikel ini adalah break down angka dan mencoba mengestimasi EPS 22Q4. Short Answer: 625. Here we go. Laba ABMM bisa dibagi menjadi 3 yaitu Reswara (coal mining), CK and others (kontraktor batubara dan lini usaha lain), dan GEMS. Untuk 22Q3 ABMM juga menerima dividen 12 jt namun saya rasa tidak akan ada di Q4. Dugaan dari PT Multi Harapan Utama.  -22Q1: 31,8 (R: 36,2 dan CK: -4,4) -22Q2: 63,7 (R: 55,3 dan CK: 8,4) -22Q3: 74,4 (Div+ GEMS: 28,5, R: 59,2, CK: -13,3) Next step adalah mengestimasi laba GEMS 22Q4. Track record volume, ASP, dan NPM GEMS untuk Q1/Q2/Q3 adalah sebagai berikut: Volume: 7,8/9,8/10 ASP: 69/81/70 NPM: 25%/25%/20% Manajemen sendiri menargetkan produksi 40 juta ton tahun ini. Namun untuk Q4 kita akan pakai asumsi volume 11 juta ton dan ASP $81. Dengan NPM 23% akan diperol