Analisa SPMA 22Q3.

Sekilas dilihat emiten ini menarik. Gearing ratio 35% good. OCF good. CCC 129 hari good. And perlu di note kalau komponen COGS ada 3 yaitu bahan baku, TKL, dan BOP. Untuk industri kertas biasa BOP nya relative high. Sekarang mari kita bahas key variablesnya. 

1. Inventory Naik.

Dari 577M (21Q4) jadi 814M (22Q3), mayoritas bahan baku. Angka ini tergolong besar mengingat pemakaian bahan baku perusahaan 1092M di 22Q3. Artinya ada stock di gudang setara 203 hari. Cukup tinggi dibanding OKI (anak TKIM) yang 128 hari and INKP yang 105 hari. 


2. Revenue dan NPM Naik.

99,2% revenue perusahaan berupa penjualan kertas. Alias 2339M dari 2358M. Sehingga fokus kita akan kesana. Saya akan sertakan revenue/ quantity/ASP segmen kertas

-22Q3: 2339/154/15,2

-21Q3: 1914/149/12,9

-20Q3: 1532/140/10,9

-19Q3: 1864/170/11,0


NPM perusahaan juga naik. 

-19: 5,2%

-20: 7,5%

-21: 10,5%

-22: 10,5%


Mengapa begitu? Jawabannya jelas karena ASP paper yang memang sedang tinggi hingga saat ini. So bila anda tertarik dengan SPMA penting bagi anda untuk pantau harga kertas secara berkala. Namun yang saya kurang srek adalah dikala ASP paper 2022 jauh diatas 2021, namun NPM perusahaan tidak menebal. Padahal dari GPM dan OPM menebal lo. Hal ini karena ada rugi kurs 42M di 22Q3 mengingat hutang perusahaan ada yang dalam USD. Bila hal tsb di exclude dan kita adjust pajaknya, maka NPM perusahaan seharusnya bisa naik menjadi 11,9%.


3. Utilitas Pabrik

Saya akan sertakan kapasitas terpasang/realisasi annualized/utilitas

-22Q3: 306/221/72%

-21Q3: 251/203/81%

-20Q3: 251/195/78%

-19Q3: 251/204/81%

Dari sini terlihat perusahaan ada ekspansi di 2022, namun market belum bisa fully absorb kenaikan kapasitas tersebut. Meskipun tidak separah OKI yang casenya karena china lockdown. Namun angka tersebut masih tergolong oke.


4. Valuation

Sulit untuk menvaluasi emiten cyclical. Namun hati kecil saya mengatakan PER wajar SPMA di 8x. Untuk earnings wajar tidak fair bila kita asumsikan harga paper selamanya tinggi, alias kita gunakan asumsi seperti berikut:

-ASP 12

-Quantity 205

-NPM 9%


Sehingga didapat revenue 2,46T, net profit 221M, EPS 70, harga wajar 560.


5. Summary

Bila dibandingkan dengan TKIM, hati saya tetap lebih srek dengan TKIM dengan pertimbangan utama valuasi. Keduanya sama sama pelit dividen. Namun SPMA memiliki kelebihan yaitu size nya yang kecil sehingga lebih lean. Bila bahas dari sisi room to growth, baik TKIM dan SPMA keduanya akan expand dimasa mendatang, meskipun it is much easier untuk grow ketika size anda masih kecil. Sekian dan Tuhan memberkati.


Edit (Ada yg beri masukan spt ini):

Sorry nambahin yg no 2. ASP menebal krna perusahaan menaikan hrga jual, klo d lihat lebih pnjang 10thn ASP ny selalu naik, gk prnh mengikuti hrga ASP pulp, jadi bkn krna ASP paper sedang tinggi. perusahaan menjual barang jadi seperti tissue, kertas bungkus, duplex box.
Perusahaan hampir tiap tahun menaikan ASP dan jrg turun stlh ASP di naikkan, bahan bakuny pulp bekas 50-60% + pulp baru
Skrg pulp bekas sdg turun jauh dr ath nya, karena itu gpm ny bsa menebal, dan per okt labany sudah 294M.

If iya maka di step 4 hasil nya akan jauh berbeda, menjadi menarik. Silahkan anda dalami lebih lanjut terkait ini.

Comments

Popular posts from this blog

Pengalaman Jatuh Bangun 2023

Dilemma (Case Study)

6 Types of Company (Value Investing: Lesson 1)