Dilemma (Case Study)

Terkadang kita dihadapkan beberapa pilihan dalam berinvestasi. Ada yang clear yes, ada yang clear no, ada yang mixed signal. Bila clear yes and clear no, assuming anda rasional, maka anda jelas tau apa yang harus anda lakukan. Yang ingin kita bahas adalah ketika dihadapkan pada dilema, yaitu antara good and bad. 

Case Study 1

-Emiten A: Q3 beberapa hari lagi akan rilis dan ada 2 kabar burung yang beredaran. Kabar burung pertama mengatakan omzet Q3 turun 15% dibanding Q2, dimana bila iya maka EPS Q3 akan kurang bagus (setengahnya Q1). Anehnya kabar burung kedua menggunakan lembaga kredibel berinisial N dan menarik kesimpulan kalau penjualan Q3 better than Q2 dan LK nya bagus. Mana yang benar? Most likely hanya salah satu yang benar. Or bisa saja keduanya salah. Inilah yang dimaksud dengan dilema.


Case Study 2

-Emiten B: Bila menggunakan EPS 2023 sebesar 740 dan 2024 sebesar 880, maka valuasi saat ini melambangkan PER 15,1x dan forward PER 12,7x. Bila dilihat sekilas maka cenderung biasa saja dari segi valuasi, tidak special. Namun kuncinya ada di apakah anda rela menunggu hingga earnings 2025 (1040) atau 2026 (1200), dimana bila dia terus konsisten bertumbuh and one day membagikan dividen, maka mungkin saja market akan memberikan PER 18x untuk earnings 2026 tersebut. Dilema disini adalah terkait opportunity cost. Anda tau dia bagus, namun apakah anda rela menunggu nya dan tidak melirik emiten sekitar? Misal emiten O&G yang LK Q3 nya rilis sebentar lagi dan saat ini represents PER 5,3x terhadap earnings 2023. 


Case Study 3

-Emiten C: Consumer goods yang satu ini sedang ekspansi skala besar, dimana mereka mengambil banyak hutang berbunga. Ekspansi akan realisasi tahun 2025 bila lancar dan laba akan meningkat lumayan. Logicnya maka dia sangat menarik bukan? Namun saya bisa argue dengan pertanyaan lanjutan. Bila anda rela menunggu hingga 2025, bukankah ada emiten kapal dan emiten batubara yang juga sedang ekspansi skala besar dan terealisasinya tahun 2025? Apakah si consumer goods ini lebih sexy? 


Ketiga contoh diatas adalah contoh decision making dimana jawabannya bukan clear yes maupun clear no. Or simplenya setiap orang pasti memiliki pandangannya masing masing dalam menjawab hal tersebut. Sekian dan selamat malam.

Comments

Popular posts from this blog

Principles for Investing

6 Types of Company (Value Investing: Lesson 1)

Pengalaman Jatuh Bangun 2023