Alasan Pemula Rugi di Pasar Modal (-40%)

Beberapa tahun terakhir, pemerintah dapat dikatakan sukses dalam mengkampanyekan Yuk Nabung Saham. Saat ini, tercatat terdapat 4,16 juta investor retail di Indonesia, meningkat dari 1,68 juta dalam satu tahun terakhir. Namun, sayangnya penulis dapat mengatakan kalau mayoritas investor retail saat ini belum memiliki mindset yang tepat dalam berinvestasi, dimana investor retail umumnya join group saham di Whats App dan Telegram dan mengikuti rekomendasi trading harian disana. 

Penulis sendiri pertama kali terjun ke pasar modal saat lulus SMA pada Juli 2018 dengan bermodalkan 18 juta. Pada saat itu penulis pun beberapa kali mengikuti pelatihan yang diadakan oleh sekuritas penulis, sampai mengikuti seminar berbayar analisis teknikal di suatu hotel. Dari sini, penulis dapat mendapatkan pelajaran pertama tentang pasar modal, yaitu sekuritas anda akan mengarahkan anda untuk menjadi seorang trader dan bukan investor dikarenakan semakin sering kita bertransaksi di bursa saham, maka akan semakin besar pula komisi yang mereka dapatkan. Penulis sendiri masih ingat iming iming disaat pelatihan yang mengatakan kalau potensi cuan seorang investor hanyalah 10% per tahun (yang hanya bernilai 150 ribu per bulan dengan modal penulis diawal), sedangkan seorang trader dapat menghasilkan 4-5% per bulan. Sekejap penulis langsung menuju toko buku dan membeli segala macam buku, mulai dari Candlestick, Fibonacci, sampai menghafal pattern pattern yang ada.

Pattern Candlestick

Setelah 1 minggu belajar, penulis merasa sudah mantap untuk meraih cuan. Dengan beginner's luck penulis berhasil profit sekitar 1 juta dalam minggu pertama. Namun, pada minggu minggu berikutnya timbul permasalahan, yang bila dirangkum berupa:

*Membeli saham hanya mengikuti rekomendasi teman
*Tidak mempunyai trading plan. Taking Profit setelah saham naik 3%, namun tidak mau cut loss meski saham sudah turun 8%
*Menggunakan margin disaat posisi sedang nyangkut, dengan harapan meraup profit intra day

Dari eksperimen diatas, penulis berhasil meraup hasil spektakuler dalam 2 bulan, berupa loss 40%, dimana modal yang tersisa adalah 11 juta. Pada saat itu juga penulis memutuskan untuk berhenti trading (speculating) untuk sementara dan menjalani studi terlebih dahulu.

Singkat cerita, penulis kembali masuk ke pasar modal pada Maret 2020, dimana kali ini penulis berganti haluan menjadi Value Investing dan berhasil meraih profit ratusan juta, dan menjadi miliader pada usia 20. Namun, dikarenakan postingan ini sudah cukup panjang, maka akan penulis ceritakan pada lain kesempatan. 

Salam Cuan,
Filbert


Comments

Popular posts from this blog

Principles for Investing

6 Types of Company (Value Investing: Lesson 1)

Pengalaman Jatuh Bangun 2023