Mengapa Hasil Investasi Tidak Sesuai Harapan ?

Sebagai seorang investor, tentu pekerjaan kita adalah mencari peluang investasi yang optimal. Penulis sendiri pun mendefinisikan investasi sebagai pengorbanan yang dilakukan saat ini, guna mengharapkan hasil yang lebih baik dimasa mendatang. Namun, kenyataannya banyak investor diluar sana yang mendapatkan return kurang memuaskan, mulai dari nasabah asuransi, hingga nasabah reksa dana dan investor saham itu sendiri. Dan setelah mempelajari lebih dalam, penulis menemukan beberapa alasan dimana hal ini sering terjadi, yang bila disimpulkan secara singkat yaitu adanya "Conflict of Interest".

Nilai tunai asuransi unit link

Penulis sendiri, yang dulu sempat menjadi agen asuransi, ingin membuka fakta bahwa motif sebenarnya dari agen asuransi adalah komisi, dimana kami di training untuk menjual sebanyak mungkin paket asuransi yang bertujuan agar premi sang nasabah menggelembung. Untuk menutupi motif tersebut, sang agen akan penawarkan asuransi unit link, yaitu asuransi dan investasi, dimana sang nasabah akan diiming imingi skenario berikut: Hanya dengan membayar 850 ribu setiap bulan (skenario laki laki 30 tahun), bila sang nasabah meninggal atau mengalami kecelakaan yang mengakibatkan cacat permanen, maka sang nasabah akan menerima Uang Pertanggungan (UP) 250 juta ditambah nilai tunai. Namun, bila sang nasabah sehat walafiat, maka dalam 10 tahun, uang yang dibayarkan tersebut akan menjadi 110 juta dan dapat dicairkan. Tentu solusi win-win bukan? 

Sayangnya, hal tersebut tidaklah benar. Asumsi yang digunakan diatas adalah investasi sang nasabah dapat membuahkan return konsisten 15% per tahun, dimana kenyataannya reksadana yang dikelola fund manager tersebut kebanyakan hanya membuahkan return 4-5% (2015 awal-2019 akhir). Penulis sengaja meng exclude 2020, dikarenakan beberapa reksadana malah membuahkan hasil mendekati 0, atau bahkan negatif. To make things worse, fenomena ini tidak hanya terjadi pada perusahaan asuransi. Teman penulis, yang dulu bekerja sebagai RM di salah satu perusahaan Asset Management terbesar, dengan percaya dirinya mengatakan kalau reksadana yang ia pasarkan dapat menghasilkan return konsiten 20%, WOW. Namun, seperti yang kita ketahui, hal tersebut tidak terjadi dan yang terjadi adalah porto anda akan dipotong 3% setiap tahun untuk mengcover berbagai macam fee yang ada tanpa mempedulikan kinerja reksadana tersebut baik atau buruk.

Bagaimana dengan investor retail? Karena artikel ini sudah cukup panjang, maka akan penulis lanjutkan pada artikel berikutnya, dimana penulis akan menjelaskan mengenai Survivorship Bias, yang akan menyadarkan kita akan kondisi market apa adanya. Semoga bermanfaat.

Salam Cuan,
Filbert

Comments

Popular posts from this blog

Pengalaman Jatuh Bangun 2023

Dilemma (Case Study)

6 Types of Company (Value Investing: Lesson 1)