Arigato Money ABMM, Welcome Back BSSR

Saya cinta sekali dengan batubara. In fact saya mulai akum PTBA pada tahun 2020 dan hold trus. Namun keseksian BSSR setelah perusahaan merilis Q4, membuat saya berpaling dari PTBA. Saya sell PTBA di 3300 dan switch ke BSSR di 3700. Hasilnya? Jackpot karena PTBA naik nya tidak sekencang BSSR pada bulan April. Saya akhirnya memutuskan exit dari BSSR di 4650 karena saya tahu sahamnya akan turun. Pada saat itu banyak rumor (dari direkturnya sendiri) terkait Q1 yang mengecewakan, ditambah harga saham akan turun setelah cum dividen. Saya memutuskam mengalihkan dana tersebut ke ITMG yang sudah rilis Q1 dan diatas ekspektasi. Dan ternyata keputusan tersebut benar lagi. 

Selain itu saya mulai collect ABMM di harga 1500 pada Oktober 2021. Pas perang rusia dimulai, saya memutuskan untuk nambah lagi di ABMM. Dan betul sahamnya yang dulu sepi dan kurang liquid, sekarang sudah banyak dibicarakan dan alhasil diapresiasi market. Perusahaan pun diperkirakan akan membukukan kinerja wonderful di tahun ini, yang membuat saya semakin cinta dengan ABMM. 


Switching ABMM ke BSSR

Sekarang BSSR benar turun lumayan dan kemarin saya memutuskan untuk HAKA di 3700. Bila anda ingat 30 Mei jam 9 pagi naik ke 3700, itu saya. Dananya darimana? Saya exit smua posisi saya di ABMM. Why? The answer is valuations (and a little bit of surprise element).


Secara valuasi BSSR saat ini sangat murah. Lah, bukannya Q1 nya jelek? Mari kita berfikir logika. Bila sengketa jalan diblokir (yang menyebabkan Q1 jelek) sudah selesai di pertengahan Feb, artinya apa? Ya produksi Q2,3,4 akan bagus lagi (bisa 3,5 juta ton atau malah lebih). ASP nya gimana? Ikut naik seiring harga batubara yang semakin tinggi. Anda bisa lihat dari https://www.jwcindonesia.com/price-index (lihat ICI 4).


Artinya apa? Bila laba tahun ini bisa 4,5 T (seharusnya bisa lebih), bukankah market cap 9,4 T di harga 3600 ini salah harga? Oiya bukan hanya itu saja, ada juga hal lain yang menarik. 


Berikutnya, misalkan jalan anda diblokir dan terhambat dalam logistik coal. Apakah anda akan nganggur saja? Atau malah lihat apa yang bisa dikerjalan?  Misalnya gali overburden (tanah dan debu) gitu, agar ibaratnya sudah ada sebagian kerjaan yang sudah dicicil setengah jalan? Jawab sendiri ya. 


Terakhir surprise effect. Saya konservatif saja dalam hal ini, dimana saya berasumsi Q2 bisa laba 1,4T. Lantas berita apa yang akan ramai dikoarkan? Laba BSSR naik 300% QOQ, dan seterusnya. Pada saat itu akan banyak orang yang sebelumnya belum pernah dengar BSSR, melirik dan beramai ramai masuk. Dan pada saat itu terjadi, kita tinggal duduk santai dan menikmati kopi saja. 


Akankah terjadi? No one knows, kita hanya bisa berharap. Dalam berinvestasi kita tidak bisa selalu benar, 80% benar saja sudah sangat disyukuri. Dan untuk BSSR, I will take my chance. Next stop 6000. 


Notes: Posisi saya di coal saat ini ada pada BSSR, ITMG, MBAP.


Salam Cuan,

Filbert

Comments

Popular posts from this blog

Principles for Investing

6 Types of Company (Value Investing: Lesson 1)

Pengalaman Jatuh Bangun 2023