Prospek Saham PT Ace Hardware Indonesia (ACES). Turnaround Play?

Kalau boleh jujur, saya pribadi kurang tertarik dengan toko ACES. Karena beberapa kali saya melewatinya pas Sabtu malam, namun tak ada orang. Dan ini di mal yang ramai banget lo seperti Grand Indonesia. Namun di artikel ini saya akan mencoba memandang dari sisi lain. Apakah ada yg menarik dari ACES ini? Dan apakah perusahaan mampu turnaround di kemudian hari? 


GPM Tebal

Hal yang menarik dari ACES adalah GPM nya yang sangat tebal, konsisten di angka 48%. Ini juga menunjukan kemampuan perusahaan dalam pass on kenaikan COGS ke konsumen. Jadi gaperlu nanya lagi apakah pelemahan rupiah akan berdampak ke perusahaan ya, intinya aman kok. Selain itu beban royalti perusahaan tergolong sangat rendah, di angka 0,7%. 


Revenue

Penjualan ACES terbagi menjadi 3 yaitu home improvement, lifestyle, dan toys. Berikut adalah breakdown revenue ketiga segmen tersebut dari 2018-2022. 

-2018= 1,88T/ 1,46T/ 172M

-2019= 2,18T/ 1,72T/ 228M

-2020= 2,02T/ 1,62T/ 184M

-2021= 1,89T/ 1,46T/ 221M

-2022= 1,88T/ 1,38T/ 243M


Singkatnya pada periode 2014-2019 pertumbuhan revenue perusahaan sangat menarik dengan CAGR 13%. Namun hal yang sama tidak bisa dikatakan sejak 2020. Salah satunya dikarenakan dampak covid, dimana perusahaan belun fully recovered hingga saat ini.


Jumlah Gerai

Bagaimana dengan jumlah gerai? Apakah bertumbuh? Untuk itu saya lampirkan jumlah gerai ACES dibawah ini. Untuk Toys Kingdom bisa kita abaikan karena kontribusinya kurang signifikan.

-2018= 175 gerai

-2019= 197 gerai

-2020= 208 gerai 

-2021= 216 gerai

-22Q2= 221 gerai


Meski tidak seagresif dulu, ternyata ACES masih terus melebarkan sayap dimasa covid melalui pembukaan gerai baru. Jumlah gerai bertambah, namun revenue gitu gitu aja. Artinya apa dong? Yes revenue per store mengalami penurunan dari 41M di tahun 2018 menjadi 29M di 2022 annualized. Not a good sign. Bila anda harapkan revenue per store kembali ke 41M, maka sama dengan mengharapkan revenue ACES mencapai 9,06T. Tentu bukan hal mudah untuk bisa menaikan revenue 41% dari kondisi saat ini. 


Operating Expenses

Dari 1,59T laba kotor perusahaan di 22Q2, 1,35T (84%) diantaranya tergerus oleh beban usaha. Lalu beban usaha tersebut setengahnya terdiri dari beban gaji yang tentunya akan semakin naik seiring pembukaan gerai baru dan juga kenaikan UMR. Ongkos kirim dan bongkar muat pun hanya memakan porsi 42M. Padahal hal tersebut diharapkan akan turun seiring dengan normalisasi freight rate. Namun nyatanya apakah penurunan dari 42M ke 30M akan berdampak banyak pada laba? I don't think so.


Valuation

In the end saya pribadi belum melihat titik terang dari ACES ini. Jadi berbeda story nya dengan MAPA ya. Yes dia perusahaan besar, brand Krisbow nya eksklusif. Namun big question disini adalah terkait penjualannya. Dan mungkin bila anda ada main ke mal pas weekend, boleh coba survey masuk ke ACES dan lihat apakah tokonya ramai atau tidak. Untuk harga wajarnya saya prefer no comment. Bila anda mau, boleh comment dibawah hehe. Sekian dan selamat malam.


Salam Cuan,

Filbert

Comments

Popular posts from this blog

Principles for Investing

6 Types of Company (Value Investing: Lesson 1)

Pengalaman Jatuh Bangun 2023