Prospek Saham PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA)

Sebagai salah satu fast grower di BEI dengan ROE 40%, dan juga dividen yang rutin tentu menjadikan ARNA wonderful company. Ekspansi yang sukses besar, utilisasi pabrik yang tinggi, disertai upaya efisiensi perusahaan telah mengakibatkan laba perusahaan naik secara drastis. So mari kita bahas.


Growth yang Fantastis

Jadi ceritanya ARNA membukukan laba yang fantastis pada tahun 2013 (235M) dan 2014 (260M). Namun pada tahun 2015 laba perusahaan menurun drastis menjadi 70M (dikarenakan penjualan menurun seiring siklus properti) yang mengakibatkan harga sahamnya pun turun. Namun setelahnya perusahaan berhasil turnaround dan kembali ke jalur pertumbuhan sampai sekarang. Alhasil dalam 5 tahun kebelakang revenue tumbuh konsisten dengan CAGR 9,5% dan laba bersih perusahaan tumbuh dengan CAGR 38,4%. Menarik bukan?


Pertumbuhan Penjualan

Saat ini ARNA merupakan produsen keramik terbesar di Indonesia dan ke 9 di dunia, dengan kapasitas terpasang 64.370 ribu m². Angka ini diperkirakan akan meningkat menjadi 78.420 m² (+22%) pada tahun 2025. Selain itu utilitas pabrik perusahaan berada di angka 107%. Sadis bukan? Bila 100% saja sudah sempurna, ARNA mampu mengoptimalkan mesin nya sehingga bisa beroperasi melebihi standard umum. Nah itu kan dari segi volume, sekarang mari kita lihat dari segi ASP. 


Kenaikan ASP bisa didapatkan dengan membandingkan penjualan dengan produksi. Meskipun tidak tepat 100% (karena ada yg jadi persediaan dan belum terjual), namun bisa memberikan gambaran yg lumayan baik. Membandingkan 2017 vs 2021 ada kenaikan produksi 34,3% dan kenaikan penjualan 47,1%. Maka ada kenaikan ASP dengan CAGR 2,3% dalam 4 tahun terakhir. Dengan menggunakan asumsi kenaikan ASP serupa hingga 2025, maka kita bisa dapatkan penjualan perusahaan di angka 3,41 T. Hitungan tadi tergolong konservatif, dikarenakan kenaikan ASP harusnya bisa diatas angka tersebut. Ingat dia baru ekspansi ke market high end lo dengan brand ARNA. Ada juga ekspansi ke homogoneus tile yang memiliki potensi sangat besar (total market 158 juta m² sedangkan kapasitas ARNA yg ini baru 3 juta m²). Oke kita lanjut ya.


Efisiensi Perusahaan

Kekuatan perusahaan dari segi cost leadership memungkinkan ARNA menjual produknya dibawah harga kompetitor sehingga disukai customer. Bayangkan saja bila anda ke Toko Mitra10 (tempat ARNA dijual), apakah anda lebih mementingkan merk atau harga? Ya tentu nomor 1 yang dilihat adalah harga, namanya juga keramik, semua sama saja. 


Yang paling menakjubkan dari ARNA adalah upaya efisiensi perusahaan. Bayangkan saja NPM perusahaan naik dari 7% (2017) ke 22,5% (22 Q2). Efisiensi ini dikontribusikan oleh beberapa faktor:


1. Lower gas costs. Harga gas $6 sangat menguntungkan perusahaan, jauh dibawah sebelumnya $8. Alhasil energy cost lebih rendah, margin laba meningkat.

2. Penghematan bahan baku. 

3. Peningkatan utilitas pabrik dari 90% (2017) menjadi 107% (2021).


Namun perlu kita pikirkan kembali. Apakah mungkin perusahaan meningkatkan NPM nya yg sudah 22,5% ini lagi? Dan bila iya, bisa seberapa jauh? Mau cost apa yang ditekan? Atas dasar itulah saya rasa NPM 20% untuk long run tergolong realistis. Yang berarti laba 2025 menjadi 20%*3,41T= 682M, setara dengan EPS 93. Nah disini mari kita gunakan 3 skenario lagi.


Valuation

Bila 3 tahun lagi ARNA dihargai dengan PER 12, harganya menjadi 1116, setara dengan CAGR anda 4,2%. Bila dihargai dengan PER 15, harganya akan menjadi 1415, setara dengan CAGR anda 12,3%. Kok kurang memuaskan ya? Bagaimana kalau mau CAGR 20%, alias harga sahamnya 1700. Ya itu artinya anda mengharapkan PER 18,3x. Apakah wise mengharapkan hal tersebut? Silahkan jawab sendiri.


Conclusion

Memang betul kalau ARNA merupakan wonderful company yang cocok dijadikan core stock (beli and tidur). Ekspansi sukses disertai efisiensi perusahaan memungkinkan perusahaan meningkatkan labanya secara drastis. Saya juga mendoakan yang terbaik untuk manajemen ARNA yang sangat kompeten. Namun perlu kita pertimbangkan kembali apakah ada emiten fast grower lain yang lebih menarik? Bila ada silahkan leave your comments dibawah, siapa tau kita bisa menemukan hidden gem bersama. Sekian dan selamat malam.

Comments

Popular posts from this blog

Pengalaman Jatuh Bangun 2023

Dilemma (Case Study)

6 Types of Company (Value Investing: Lesson 1)