Prospek Saham PT Bank CIMB Niaga (BNGA)

Saya sendiri sudah melirik BNGA dari tahun 2020. Karena valuasinya murah sekali dengan PER nya yang hanya 5,5x. Ingat dia bank swasta kedua terbesar lo (dibelakang BBCA). Ditambah dividen yield nya yang diatas 8%, menjadikan BNGA watchlist banyak investor. Namun pertanyaannya adalah apakah BNGA pantas dihargai lebih? Untuk itu kita harus kulik terlebih dahulu. 


Revenue 

Yang pertama saya notice adalah revenue perusahaan yang tidak bertumbuh 5 tahun terakhir, malah cenderung menurun dari 25T di tahun 2017 menjadi 21,8T untuk 2022 annualized. Apakah ini dikarenakan BNGA tidak mampu menghimpun dana dari publik? Hal tersebut akan berakibat dana yang mampu disalurkan gitu gitu aja, sehingga labanya akan cenderung stagnan. 


DPK

Untuk menjawab pertanyaan tersebut saya sertakan total dana pihak ketiga dibawah ini. Saya sertakan juga CASA ratio yang menandakan rasio dana murah. Ingat bunga rekening giro dan tabungan hanya 1,5 %, jauh lebih murah dibanding deposito yang 3%. CASA semakin tinggi semakin bagus, dimana benchmark yang saya gunakan adalah 65%. 

-2017= 189T (53%)

-2018= 191T (53%)

-2019= 196T (60%)

-2020= 208T (60%)

-2021= 241T (61%)

-2022Q2= 232T (66%)


Dari angka diatas terlihat ada perbaikan CASA ratio, yang mengindikasikan brand perusahaan bagus di mata masyarakat. Simplenya apakah anda mau taruh uang di bank gajelas? Tentu tidak. Kecuali diiming iming bunga deposito diatas pasaran. Selain itu ada growth dari DPK yang meski cenderung rendah (4%/ tahun), yang penting tetap tumbuh.


Loans

Seharusnya DPK yang meningkat mengimplikasi kredit yg disalurkan bisa tumbuh juga dong? Mari kita cek bersama. Ternyata loans yang disalurkan bank tidak tumbuh sama sekali dalam 5 tahun terakhir. Jadi pertanyaan kita diatas mengapa revenue perusahaan ga kemana mana sudah terjawab ya. 

-2017= 181T

-2018= 186T

-2019= 191T

-2020= 171T

-2021= 177T

-2022Q2= 184T


LDR & NPL

Apakah perusahaan terkesan terlalu nyantai dalam menyalurkan pinjaman? Bukankah tugasnya bank menyalurkan pinjaman ya? Mari kita kenalan dengan Loans to Deposit Ratio (idealnya di 80-90% ketika ekonomi bagus). LDR perusahaan di tahun 2017 adalah 96%, sedangkan sekarang adalah 79%. LDR tinggi boleh saja asalkan hutangnya tertagih, diindikasikan dengan NPL yang rendah. Untuk NPL sendiri saya selalu berpatokan pada NPL Gross (idealnya dibawah 3,5%). Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan berhasil melakukan perbaikan dimana NPL perusahaan berhasil turun menjadi 3,5% saat ini.


Earnings

NIM perusahaan dalam 5 tahun terakhir cenderung stabil diatas 5%. Namun pertanyaan yang belum terjawab adalah mengapa revenue perusahaan menurun dalam 5 tahun terakhir, namun labanya malah bertumbuh? Untuk menjawabnya mari kita compare head to head data 17Q2 dan 22Q2. Sebagai patokan laba bersih 22Q2 adalah 2,57T, jauh diatas 17Q2 yang hanya 1,38T. Padahal penghasilan bunga bersih nya tidak beda jauh yakni 6,54T vs. 6,33T. Pendapatan provisi dan komisi naik lumayan 1,20T vs. 970M. Namun kedua pertumbuhan yang telah disebutkan belum bisa menjustify kenaikan laba 1,19T diatas. 


Ternyata hal tersebut dikarenakan adanya keuntungan dari derivatif senilai 1,23T di 22Q2. Simplenya derivatives adalah instrumen keuangan yang gunanya mengunci suatu harga. Dalam hal ini yang dikunci adalah suku bunga. In exchange BNGA mendapat premi dari jasa tersebut. Untuk yang satu ini saya belum bisa banyak comment karena belum mendalami. Bagi yg ada opini, boleh tulis di kolom comment.


Valuation

Atas dasar growth yang kurang menarik namun ada perbaikan dari sisi profitabilitas, saya menilai kalau BNGA pantas dihargai di PER 8x. Tinggal kita kalikan dengan EPS 200 dan akan didapatkan harga wajar perusahaan di 1600/ lembar. Menarik kah? Lumayan banget. Namun kalau untuk jadi long term investment kok saya lebih condong untuk sabar dan tunggu sentuh 1050 ya. Ya tapi kembali ini emiten bagus, manajemennya jujur dan kompeten. Kita doakan yang terbaik untuk BNGA kedepan ya. 


Apakah anda tertarik dengan BNGA ini atau bahkan sudah ada posisi? Atau anda menilai ada emiten yang menawarkan risk reward lebih menarik? Silahkan leave your comments dibawah. Sekian dan selamat malam.

Comments

Popular posts from this blog

Principles for Investing

6 Types of Company (Value Investing: Lesson 1)

Pengalaman Jatuh Bangun 2023