Roller Coaster Story ABMM

Seperti judulnya, artikel ini akan membahas 2 corporate action yang dilakukan ABMM. Yang pertama sangat negatif sedangkan yang kedua sangat positif, sesuai judulnya. Here we go.

Penjualan Reswara 

Sebagai gambaran revenue ABMM utamanya dikontribusikan oleh 2 lini usahanya yaitu CK (kontraktor tambang) dan Reswara (tambang batubara). Reswara sendiri isinya ada 3 tambang dengan produksi 22Q2 seperti berikut:

-TIA: 1,65 juta ton (100% owned)

-MIFA: 3,76 juta ton (50% owned)

-BELL: 0,68 juta ton (50% owned)


Pada 18 Oktober 2021, ABMM menjual 20% kepemilikan di MIFA dan BELL di harga $8,5 juta atau setara 121M. Jadi dulunya ABMM punya 70% disana, sekarang turun menjadi 50%. Ini merupakan very bad move, entah disengaja ataupun tidak. Bagaimana tidak? As of LK 22Q2 laba kepentingan non pengendali (bukan hak ABMM) berada di angka $45,4 juta, naik sangat signifikan dibanding 21Q2 yang hanya $6,75 juta. Ini ibarat perusahaan menjual anak usaha dengan valuasi BEP dibawah 2 bulan. Yes anda tidak salah baca. Oleh karenanya pada LK 22Q1, laba hak ABMM (kepentingan pengendali) turun signifikan yang mengakibatkan sahamnya di punish market. 


Kinerja 22Q2 

Namun pada 31 Agustus, ABMM merilis LK Q2 yang sangat wonderful. Laba perusahaan sebesar $140 juta. Meskipun dari angka tersebut, $45 juta diantaranya merupakan hak non pengendali, namun yang merupakan hak ABMM masih sangat besar di angka $95 juta. Angka ini merepresentasikan ROE perusahaan di angka 51%.


Gearing Ratio Naik

Ketika saya dalami LK perusahaan, wajar bila saya berasumsi rasio hutang berunga perusahaan akan turun. Toh simplenya ekuitasnya naik banyak kan? Namun lucunya saya menemukan angka hutang berbunga, ekuitas, dan gearing ratio seperti berikut:

-22Q2: $411 juta, $433 juta, 95%

-21Q4: $321 juta, $356 juta, 90%


Loh kok gearing ratio perusahaan malah naik? Ternyata hal tersebut dikarenakan perusahaan memutuskan untuk menambah hutang berbunganya.  Buat apa coba perusahaan melakukan hal tersebut. Sampai sampai cash perusahaan berada di angka $291 juta. Logicnya harusnya perusahaan bayar hutang pakai laba dan cash nya dong, bukan malah numpuk hutang biar cash nya naik? 


Pembelian GEMS

Ternyata hal tersebut ada tujuannya. Pada hari yang sama ABMM merilis keterbukaan informasi kalau perusahaan berniat untuk membeli 30% kepemilikan PT. Golden Energy Mines Tbk (GEMS) dengan harga 6,2T (cash perusahaan masih kurang, so perusahaan akan mencari sumber pendanaan baru lagi). Padahal di market, untuk mendapatkan kepemilikan segitu kita harus mengeluarkan uang 30%*37,8T= 11,3T. Artinya ABMM dapat diskon 5,1T. Such a wonderful deal! Apalagi kalau GEMS bisa mencetak profit 3T per kuartal, dimana hal tersebut akan men boost laba ABMM sebanyak 900M per kuartal. Ibaratnya laba ABMM yang 965M di Q2, nantinya akan double (sebelum dipotong beban bunga).


Summary

Kita tahu kalau response negatif market terhadap penjualan Reswara sudah tercermin dalam beberapa bulan terakhir, atau istilahnya sudah priced in. Dan sekarang muncul good news buat ABMM. Kita tinggal tunggu market meresponse hal tersebut dengan positif. Kalau mau positif thinking, ya berharap valuasi ABMM yang sekarang 7,57 T diapresiasi ke 12,67 T (4600/ lembar). Kalau mau lebih konservatif, dimana valuasi naik setengahnya dari 5,1 T juga bole, alias jadi 10,12 T (3650/ lembar). Sekian untuk kali ini dan terima kasih.


Salam Cuan,

Filbert

Comments

Popular posts from this blog

Pengalaman Jatuh Bangun 2023

Dilemma (Case Study)

6 Types of Company (Value Investing: Lesson 1)