Kecil Kecil Cabe Rawit: PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM)

Beberapa hari lalu teman saya WA dan mengirimkan laporan terkait WIIM. Pada laporan tersebut tertulis pendapatan beserta laba bersih WIIM hingga 31 Juli. Sehingga kita dapat menghitung revenue, laba, dan NPM per bulan seperti berikut:

-22Q1: 252,5M/ 12,5M/ 4,95%

-22Q2: 289,6M/ 14,8M/ 5,11%

-Juli: 321,3M/ 24,4M/ 7,59%

Wonderful bukan? Laba per bulan nya bisa naik 2x lipat. Belum lagi teman saya ada yg bilang harga rokok Evo Mild (best seller WIIM, 60% revenue dari produk ini) naik 800 perak di bulan Agustus. Tentu emiten ini pantas kita beri perhatian lebih. So yeah, mari kita ulas bersama. 


Cukai Story

Komponen beban utama rokok adalah cukai, dimana hal ini sendiri bisa memakan 65% porsi dari revenue perusahaan. Hal tersebutlah yang membuat cukai sebagai biggest enemy perusahaan rokok. Cukai sendiri naik on average 12%/ tahun, jauh diatas kenaikan UMR (6%). Artinya apa? Bila perusahaan rokok tidak berhati hati menaikan harga jual mereka, akan ada pelemahan daya beli yang mengakibatkan konsumen lari. 


Hal itu lah yang menyebabkan GGRM dan HMSP sangat konservatif menaikan harga 2 tahun terakhir. Ditambah lagi di era high inflation ini kemungkinan akan terjadi pelemahan daya beli di kalangan masyarakat menengah ke bawah, yang akan semakin memberi tekanan bagi GGRM dan HMSP. Namun seperti koin yang memiliki 2 sisi, tentu ada pihak yang diuntungkan hal tersebut. And pihak itu adalah WIIM.


Tier 2 Story

Sebagai rokok tier 2 (produksi < 3M batang/ tahun), WIIM dikenakan cukai 600/ batang. Angka tersebut jauh lbh rendah dibanding GGRM dan HMSP yang dikenakan 985/ batang. Alhasil WIIM bisa menjual produk di harga lbh murah. Namun rokok memiliki rasa dan smoothness sendiri. Hal tersebutlah yang menyebabkan Sampoerna Mild tetap diminati pasar (28K/ bungkus). Sekarang bayangkan bila ada produk dengan rasa serupa, namun harganya jauh lebih murah.


Introducing Evo Mild (18K/ bungkus). Rasanya enak, harganya murah pula. Meski baru launching 2020 kemarin, produk ini mendapat respon sangat positif dari pasar dengan growth diatas 30%/ tahun. Karenanya produksi WIIM yang tahun lalu sekitar 2,1 M batang, diperkirakan akan naik menjadi 2,6 M batang tahun ini.


Tapi kita harus ingat, suatu saat WIIM akan menginjak rem dikarenakan tdk mau transisi ke tier 1 (cukai lebih mahal). Oleh karenanya misal 2023 nanti sudah sentuh 3M, ya kedepannya perusahaan tidak akan grow secara quantity. Lantas apa yang bisa perusahaan lakukan?


Berpikir Seperti Manajemen

Kalau saya manajemen WIIM, ya saya akan naikan ASP agar margin saya lebih gemuk. Tidak perlu pikirin merebut pangsa pasar kompetitor lain, toh ada ceiling di 3M batang itu bukan? Artinya yes perusahaan akan membukukan EPS menakjubkan beberapa kuartal ke depan.


Selain itu apa perlu ekspansi? Kapasitas pabrik WIIM ada di 4M batang/ tahun yang artinya more than enough. Bila tidak perlu capex banyak maka seharusnya laba bisa digunakan untuk hal lain bukan? Misalnya dibagikan mayoritas sebagai dividen, atau terus melakukan buyback. Intinya good lah.


Buyback

Saat ini perusahaan lagi melakukan buyback secara rutin. Rencananya sampai 3% saham di buyback, dengan alokasi dana 36M (baru terpakai 10M). Hal ini diharapkan dapat menciptakan floor price di market. 


Valuation

Saya sendiri menilai PER wajar WIIM di angka 8x. Dengan mempertimbangkan growth yang akan diikuti dengan transisi ke margin expansion. Tinggal sekarang kita ngomong berapa laba wajarnya. Bila di Q2 perusahaan bisa laba 44,4M dan di bulan Juli bisa 24,4M, maka wajar bila kita asumsikan perusahaan mampu mencetak profitabilitas 220M. Yang artinya harga wajarnya 8*220M= 1,76T, setara 840/ lembar. 


Ngomong ngomong saya juga cek gearing ratio, OCF, dan CCC perusahaan. Semuanya sehat kok. Apakah anda tertarik dengan WIIM ini? Bila iya berapa tebakan EPS Q3 nanti? Silahkan comment dibawah ya. Sekian dan terima kasih.

Comments

Popular posts from this blog

Pengalaman Jatuh Bangun 2023

Dilemma (Case Study)

6 Types of Company (Value Investing: Lesson 1)