Prospek Saham PT Akasha Wira International (ADES)

Ketik analis sekuritas ditanya top picks di 2023, banyak dari mereka yang menyebutkan 3 sektor. Yaitu 1. Banking mengingat perekonomian Indonesia yang terus bertumbuh; 2. Telco mengingat demand yang tinggi dan stabil, serta diikuti kenaikan ASP; 3. Consumer yang produknya selalu dibutuhkan. Pada artikel ini kita akan membahas salah satu emiten consumer goods yaitu ADES. 

Tahun 2023 bisa kita sebut sebagai the year of downtrading. Downtrading sendiri memiliki definisi perubahan consumer behavior yang switch ke brand lebih murah. Meski betul UMR mengalami kenaikan dari 5-8%, namun kebutuhan pokok masyarakat juga ikut naik. Minyak goreng meski sudah stabilize, harganya masih mahal di range 16K-17K. Hal serupa juga terjadi di BBM yang masih mahal. Alhasil konsumen akan mencari alternatif produk yang lebih murah, namun kualitas dan brand nya juga bagus. 

Dan munculah ADES. Perusahaan consumer yang satu ini generate laba dari penjualan Nestle Purelife, Makarizo, dan others (banana milk dan makanan korea). Dan ada hal menarik dari produk emiten tersebut. 
-Bila kita bandingkan harga air minum 600 ml, diperoleh angka Aqua (3.800), Le Minerale (3.600), dan Nestle (3.400). 
-Bila kita bandingkan harga shampoo 170 ml, diperoleh angka  Zinc (18.900, lagi promo dari 27.300), Makarizo (23.400), dan Lifebuoy (26.700).

Lantas apa yang menarik? Data dari Shopee kemarin menunjukan di 22Q4 sales Makarizo sangat dominan, yang berarti produknya disukai customer. Dan harganya memang reasonable. Hal tersebut dibuktikan dari growth revenue 15 kuartal terakhir. Sebagai tambahan saya juga akan sertakan segmen F&B ADES. Ingat kalau saat covid revenue turun adalah hal wajar. Terlampir angka Makarizo/F&B seperti berikut:

-19Q1: 62/129
-19Q2: 84/128
-19Q3: 75/138
-19Q4: 73/146
-20Q1: 67/132
-20Q2: 60/61
-20Q3: 90/76
-20Q4: 94/94
-21Q1: 91/94
-21Q2: 91/99
-21Q3: 121/120
-21Q4: 156/163
-22Q1: 158/137
-22Q2: 154/155
-22Q3: 161/160

Maka bisa dilihat kalau segmen F&B tumbuh namun tidak wow banget. Sebaliknya segmen Makarizo memiliki pertumbuhan yang sangat baik, yang berarti produknya digemari masyarakat. Ditambah GPM perusahaan yang stabil di kisaran 50% dan Operating Expense yang sangat efisien, menjadikan laba ADES naik signifikan. Untuk 22Q4 sendiri saya ekspektasi EPS nya akan di kisaran 200, yang berarti EPS 2022= 608. Dengan PER wajar 12x, maka emiten ini memiliki harga wajar 7.300.

Namun kunci dari growth company adalah labanya yang terus bertumbuh. Bila kinerja ini bisa dipertahankan dan di tahun 2023 EPS nya naik ke 800, maka harga wajarnya juga akan ikut naik ke 9.600 di Maret 2024. Akankah terjadi? Only time will tell. Kita hanya bisa mendoakan manajemen terus berinovasi untuk meningkatkan kinerja perusahaan.

Salam Cuan,
Filbert



Comments

Popular posts from this blog

Pengalaman Jatuh Bangun 2023

Dilemma (Case Study)

6 Types of Company (Value Investing: Lesson 1)