Present and Future of HRUM

1. Current Earnings

As of LK 23Q2, 99% revenue HRUM masih berasal dari segmen batubara. Kinerja dia bagus di 23Q1 dikarenakan peningkatan volume produksi. Konteksnya 2022 dia produce 5,4 jt ton (1,35 jt ton/ kuartal). Di 23Q1: 1,75 jt and 23Q2: 1,70 jt. Hal ini menjelaskan mengapa EPS 23Q1 masih strong.

Kalau 23Q2 turun lumayan, ya hal wajar. Toh harga ICI nya juga turun kan. Nah nanti 23Q3 juga kemungkinan begitu, karena gimanapun juga nasib utama masih berada di bisnis batubara sekaligus harga ICI itu sendiri.
 

2. Story Nikel
Ada hal interesting disini. Tapi sebelumnya mungkin kita rinci anak usahanya.
-WMI (owned 20%). Invest $75 jt, burning money.
-IMI (owned 49%). Invested $180 jt. 2021 rugi, 2022 laba $28 jt, 2023 anggap $23 jt.
-NIC (owned 6%). Invested $152 jt. 2021 laba $6 jt, 2022 laba $10 jt, 2023 anggap $9 jt.
-APE. Small money, better ignore.

Nah akhir September HRUM add portions di IMI. Dia bayar $70 jt untuk, alhasil skrg owned 99,99%. Biar gampang kita anggap aja fully owned. Apa dampaknya? Misal dulu laba IMI $23 jt per tahun. Ya kalau porsinya double jadi $46 jt. Alias akan ada booster laba $23 jt. Booster EPS 27/ year. Per kuarral EPS nambah 7 (mulai ada impact di Q4). Material kah? Silahkan jwb sendiri.

3. Misteri
Meet our new player: THN. Anak usahanya HRUM yang punya si IMI diatas. THN mau pinjemin $500 jt (ini gede sekali) ke BSE (misteri). Periode pinjamannya 5 tahun, dengan bunga 8%/ tahun. Jadi nanti cash nya THN akan berkurang $300 jt, and dia akan ambil hutang berbunga $200 jt.

HRUM own 95% THN dan sistem pencatatnnya konsolidasi. Ya artinya nanti HRUM cash nya akan berkurang and hutang berbunga akan bertambah. Kalau ginian comment kita adalah "misteri".

Comments

Popular posts from this blog

Pengalaman Jatuh Bangun 2023

Dilemma (Case Study)

6 Types of Company (Value Investing: Lesson 1)