Posts

Metode Valuasi Saham NCAVPS

Image
Kalau ditanya siapa investor favorit penulis? Maka, jawaban saya adalah Peter Lynch, dimana ia merupakan seorang investor yang berhasil meraih return 29% selama periode 13 tahun dan cara berkomunikasinya yang menyenangkan dan humoris memiliki daya pikat yang unik. Pada bukunya yang berjudul "One up on Wall Street", ia mengklasifikasikan sebuah perusahaan menjadi 6 jenis. *Slow Growers *Stalwarts *Fast Growers *Cyclical *Turnarounds *Asset Play Mari kita membahas lebih dalam mengenai jenis perusahaan yang terakhir. Asset play merupakan perusahaan yang mempunyai aset dengan harga yang seharusnya naik, tapi belum terefleksi dalam laporan keuangan (hidden assets). Jadi apabila dilakukan revaluasi aset ataupun nanti dijual, maka akan menghasilkan keuntungan. Pada kesempatan ini, kita akan mempelajari metode valuasi yang dipopulerkan Benjamin Graham, yang bernama Net Current Asset Value. Sebetulnya, investasi ini bisa kita ibaratkan dengan membeli mobil senilai 150 juta, namun dida...

Metode Valuasi Saham dengan PBV

Image
Bila anda tertarik dengan value investing, tentu sangat khas dengan istilah membeli perusahaan bagus dengan harga murah . Namun, bagaimana caranya mengetahui suatu perusahaan itu bagus dan bagaimana cara mengatahui apakah harganya murah atau mahal? Pada kesempatan ini, penulis akan membagikan metode valuasi saham yang sangat sederhana, namun tentunya sangat efektif dalam menghasilkan profit tebal. Metode ini akan menghitung nilai intrinsik dari suatu perusahaan, tang berarti nilai asset bersih perusahaan saat ini plus akumulasi laba dimasa mendatang . Tapi, sebelumnya mari kita mengenali kriteria perusahaan yang layak kita invest: 1. Only invest in business you can understand 2. Utang berbunga relatif kecil 3. EPS yang konsisten dan bertumbuh dalam 5 tahun terakhir, idealnya tumbuh 10% per tahun 4. GCG yang baik, rutin membagikan dividen di kisaran 40% 5. GPM dan NPM yang tebal disbanding kompetitornya 6. Market Cap > 10T 7. PER dan PBV yang murah Semua data diatas dapa...

Survivorship Bias dalam Investasi Saham

Image
Beberapa hari lalu, penulis sedang membuka youtube dan menemukan sebuah video yang mengatakan kalau anda dapat dengan mudah menggandakan uang anda dalam periode 5 tahun (2016-2020), yaitu dengan berinvestasi pada perusahaan seperti BBCA, BBRI, dan EKAD. Namun, sang content creator tersebut tidak menunjukan sisi lain dari investasi, yaitu bila saja kita sebagai investor menginvestasikan dana kita pada ASII atau GGRM yang merupakan perusahaan wonderful yang juga ramai dibicarakan pada saat itu, namun sayangnya bisa dibilang harganya stagnan, atau malah drop banyak pada kasus GGRM. Di sinilah kita bertemu dengan istilah "Survivorship Bias" , yang sesuai dengan namanya berarti suatu kecondongan untuk memberikan perhatian lebih pada big winners, tanpa mempertimbangkan fakta bahwa juga terdapat losers dalam kategori tersebut. Sebagai contoh, kita seringkali melihat kalau terdapat banyak college dropout yang sukses menjadi Billionaire, tanpa memperhatikan kalau 99,99% dari dropout l...

Mengapa Hasil Investasi Tidak Sesuai Harapan ?

Image
Sebagai seorang investor, tentu pekerjaan kita adalah mencari peluang investasi yang optimal. Penulis sendiri pun mendefinisikan investasi sebagai pengorbanan yang dilakukan saat ini, guna mengharapkan hasil yang lebih baik dimasa mendatang. Namun, kenyataannya banyak investor diluar sana yang mendapatkan return kurang memuaskan, mulai dari nasabah asuransi, hingga nasabah reksa dana dan investor saham itu sendiri. Dan setelah mempelajari lebih dalam, penulis menemukan beberapa alasan dimana hal ini sering terjadi, yang bila disimpulkan secara singkat yaitu adanya  "Conflict of Interest" . Nilai tunai asuransi unit link Penulis sendiri, yang dulu sempat menjadi agen asuransi, ingin membuka fakta bahwa motif sebenarnya dari agen asuransi adalah komisi , dimana kami di training untuk menjual sebanyak mungkin paket asuransi yang bertujuan agar premi sang nasabah menggelembung. Untuk menutupi motif tersebut, sang agen akan penawarkan asuransi unit link, yaitu asuransi dan investa...

Cara Menjadi Miliader di Usia 40

Image
Kalau di postingan kemarin penulis bercerita tentang pengalaman penulis berinvestasi (spekulasi) di awal, pada hari ini penulis ingin menjawab pertanyaan yang sangat umum yaitu "bagaimana kalau modal saya kecil?" dimana mayoritas investor retail pada umumnya memulai karier investasi dengan modal yang kecil (umumnya 10 juta). Dari sini, penulis ingin mengajak untuk memperhatikan 3 faktor utama yang mempengaruhi nilai portofolio kita.  1. Capital  2. Return 3. Time Sebenarnya, cara untuk mengakumulasikan kekayaan sangatlah simple, dimana kita menginvestasikan secara rutin dan disiplin sejumlah uang yang kita miliki, dan membiarkan porto kita tumbuh dari return yang terus digulungkan. Bila anda menginvestasikan 10 juta disaat anda lulus kuliah (usia 22) dan rutin menginvestasikan 1 juta setiap bulannya, maka dengan asumsi return 12%/tahun, nilai porto anda akan menjadi 1,1 Miliar pada usia 42. Tentu nilai yang fantastis bukan, mengingat nominal yang diinvestasikan tersebut terg...

Alasan Pemula Rugi di Pasar Modal (-40%)

Image
Beberapa tahun terakhir, pemerintah dapat dikatakan sukses dalam mengkampanyekan Yuk Nabung Saham. Saat ini, tercatat terdapat 4,16 juta investor retail di Indonesia, meningkat dari 1,68 juta dalam satu tahun terakhir. Namun, sayangnya penulis dapat mengatakan kalau mayoritas investor retail saat ini belum memiliki mindset yang tepat dalam berinvestasi, dimana investor retail umumnya join group saham di Whats App dan Telegram dan mengikuti rekomendasi trading harian disana.  Penulis sendiri pertama kali terjun ke pasar modal saat lulus SMA pada Juli 2018 dengan bermodalkan 18 juta. Pada saat itu penulis pun beberapa kali mengikuti pelatihan yang diadakan oleh sekuritas penulis, sampai mengikuti seminar berbayar analisis teknikal di suatu hotel. Dari sini, penulis dapat mendapatkan pelajaran pertama tentang pasar modal, yaitu sekuritas anda akan mengarahkan anda untuk menjadi seorang trader dan bukan investor dikarenakan semakin sering kita bertransaksi di bursa saham, maka akan se...

Profile & Contact

Image
Terima kasih telah mengunjungi website ini. Perkenalkan nama saya Filbert Ferdinand dan saya dilahirkan di Jakarta pada tahun 2000. Saya tumbuh di keluarga dengan latar belakang keuangan cukup nyaman. Meskipun begitu, keluarga saya selalu menanamkan pentingnya hidup sederhana dan menunda kesenangan saat ini demi masa depan yang lebih baik. Tanpa disadari, hal tersebut sangatlah penting seiring saya bertumbuh dewasa. Bila teman saya biasa merasa kesulitan dalam menabung, hal sebaliknya terjadi pada saya dimana penulis memprioritaskan menabung/investasi, lalu sedekah, baru untuk kebutuhan pribadi.  Selain itu, keluarga saya menanamkan pentingnya edukasi. Namun edukasi yang dimaksud tidaklah terbatas pada formal education. Kalau kata Jim Rohn, "Formal education will make you a living; self education will make you a fortune". Beberapa aspek yang berhasil menarik minat penulis adalah bisnis dan investasi. Terkait bisnis, saya sendiri memiliki minat membuka franchise F&B. Namun...