Metode Valuasi PER dan Case Study MTDL (Value Investing: Lesson 5)

Anda sedang membaca artikel kelima dari seri "Value Investing". Untuk mengakses artikel lainnya, anda bisa klik link dibawah ini:

-Lesson 1: 6 Types of Company (Part 1)
-Lesson 2: 6 Types of Company (Part 2)
-Lesson 3: Financial Check Up
-Lesson 4: Metode Valuasi PER (Case Study TOTL)
-Lesson 5: Metode Valuasi PER (Case Study MTDL)
-Lesson 6: Metode Valuasi Net-Net (Case Study ADMG)
-Lesson 7: Metode Valuasi Asset Plays (Case Study BSDE)
-Lesson 8: Cyclical Opportunity (Case Study TBLA)
-Lesson 9: When to Sell & Money Management


Bila kemarin kita melakukan valuasi pada TOTL yang merupakan company kategori Slow Growers, maka hari ini kita akan melakukan valuasi pada Stalwarts. Seperti yang sudah dijelaskan pada Lesson 1, Stalwarts (ST) merupakan perusahaan yang umumnya sudah besar, namun masih memiliki room to grow, dimana kenaikan penjualannya antara 10-20% per tahun. Perusahaan yang akan kita bahas hari ini adalah MTDL, dimana saham ini sempat masuk watchlist penulis pada bulan April kemarin, sebelum penulis akhirnya memutuskan untuk menambah porsi pada GGRM. Sayangnya, penulis harus kecewa berat saat membaca LK Q2 GGRM, dimana EPS nya hanya 1/3 dari normalnya dan alhasil harga sahamnya turun dan harus parkir di kisaran 32.000 an. Disisi lain, MTDL berhasil membukukan kinerja yang stabil dan terus bertumbuh dan harga sahamnya pun naik dari 1600 hingga sempat menyentuh 3200 dalam waktu 3 bulan terakhir. Daripada berlarut dalam penyesalan, lebih baik kita langsung menuju pembahasan.


Metrodata Electronics adalah perusahaan jasa ICT (Information and Communication Technology), distributor laptop, HP, printer, penyedia cloud services, dengan pelanggan hampir seluruh korporasi besar di Indonesia. Perusahaan dimiliki dan dikelola oleh Candra Ciputra sehingga bisa dikatakan manajemennya jujur, dan memang MTDL tidak pernah ada cerita goreng saham, gagal bayar hutang, right issue dan sebagainya. Perusahaan pun rutin membagikan dividen pada kisaran 20-30% dan konsisten membukukan kenaikan laba dari tahun ke tahun dan harga sahamnya pun turut terapresiasi dari 120 pada 2011 menjadi 2780 saat ini, yang merupakan kenaikan lebih dari 20x. Dikarenakan masih adanya room to grow dan pertumbuhan revenue pada kisaran 10% an, maka MTDL bisa dibilang merupakan kategori ST.


Sekarang, saatnya kita menilai prospek dan kesehatan keuangan perusahaan. Dikarenakan termasuk kategori ST, maka kita akan memberikan rating dari 11-16. Dari segi prospek sendiri, bisa dibilang sangatlah cerah. Dengan adanya pandemi, kebutuhan ICT otomatis meningkat dimana hal tersebut memang tercermin dari kinerja perusahaan pada tahun 2020 (ROE 15%) dan 2021 (ROE 20%). Kenaikan demand akan laptop pun menjadi kontributor positif terhadap kinerja perusahaan. Oleh karenanya, kita akan memberikan nilai yang terbaik, alias 16 untuk prospek MTDL. 



Dari segi kesehatan keuangan, mari kita lakukan financial checkup berdasarkan LK Q1 2021 perusahaan:

-Modified DER: Ingat kalau hutang berbunga memiliki 3 bentuk yaitu hutang bank, hutang obligasi, dan short/medium/senior term notes. MTDL sendiri tidak memiliki hutang berbunga sama sekali, sehingga rasio modified DER nya adalah 0%, sangat amat baik. 
-OCF: Cara paling cepat untuk melakukan penilaian OCF adalah melalui aplikasi RTI Business. Ketik nama perusahaan (MTDL), buka bagian Financials, dan pilihlah option Cash Flow. Ingat dalam menilai OCF yang kita lihat haruslah full year. MTDL sendiri selalu membukukan OCF positif 5 tahun terakhir. 
-Current Ratio: Balance Sheet perusahaan menunjukan aset lancar 5,67 T dan Liabilitas lancar 2,57 T yang berarti current ratio berada pada 220% (aman karena >150%).
-Inventory and Account Receivable: Perusahaan memiliki inventory 1,5 T dan piutang usaha 1,71T. Pada semester 1 tahun 2021, perusahaan berhasil membukukan penjualan 7,67 T yang berarti inventory tersebut setara dengan penjualan 35 hari dan piutang usaha setara dengan penjualan 40 hari (aman karena keduanya dibawah 90 hari).


Overal, untuk kesehatan keuangan kita bisa memberikan nilai 16 mengingat OCF dikarenakan kesehatan keuangan perusahaan sangatlah prima. Setelah melakukan penilaian, kita akan menghitung rata rata kedua rating tersebut sehingga didapat angka 16 yang merupakan PER wajar MTDL. Untuk finishing, harga wajar MTDL dapat dihitung dengan mengalikan 16 dengan 198 (EPS 2021 yang disetahunkan) dan diperoleh angka 3198. Bila perusahaan terkena dampak covid, maka lebih baik anda menggunakan EPS 2019, bila tidak terdampak gunakanlah EPS 2021. Saya sendiri selalu meminta diskon yang cukup besar sebelum membeli suatu saham, yaitu sebesar 35%. Maka, best buy untuk MTDL adalah pada harga 3198*65%= 2060. 


Salah satu pertimbangan penulis tidak berinvestasi MTDL pada bulan April kemarin adalah penulis menghiraukan kinerja cemerlang perusahaan pada Q1 dan hanya memperkirakan EPS 2021 MTDL sebesar 150 dan juga PBV nya yang 1,6x di harga 1600 (saya lebih menyukai perusahaan dengan PBV dibawah 1 untuk company non blue chip). Namun, perusahaan berhasil overperform ekspektasi dari banyak orang dan market pun mengapresiasi harga sahamnya. Sekian untuk hari ini, pada kesempatan berikutnya, penulis ingin membagikan cara menvaluasi company yang kinerjanya jelek, namun memiliki aset yang bila dijual bisa bernilai banyak, dan tentunya PBV nya rendah sehingga menarik secara valuasi.


Salam cuan,
Filbert


Comments

Popular posts from this blog

Pengalaman Jatuh Bangun 2023

Dilemma (Case Study)

6 Types of Company (Value Investing: Lesson 1)