Posts

Pengalaman Jatuh Bangun 2023

Image
Saya sering bilang saham by nature pasti berfluktuasi, sehingga sangat wajar bila porto kita bergejolak. Bila anda ingin stabil ya silahkan deposito, namun tentunya harus puas dengan yield yang diberikan. Dalam 2 tahun terakhir ada 3 kali saya mengalami kejatuhan. Angka dibawah bukanlah angka real (ada skala), namun merepresentasikan kondisi real. Kejatuhan 1 (2,5 ke 2,0) Porto saya ATH di 2,5 saat Nov 2021. Saat itu WIKA saham kesayangan saya karena memang story nya banyak yang menarik. Apalagi konstruksi by nature akan kebanjiran job dan revenue di Q4. Namun karena satu dan lain hal hal tsb tidak terjadi. Diiringi penurunan emiten pegangan lain seperti ISSP dkk, maka porto saya sempat tueun ke 2,0 di Feb 2022. Namun setelahnya boost ke 4,5 di Juni 2022. Utamanya ditopang SMDR. Dimana ini membawa ke kejatuhan berikutnya. Kejatuhan 2 (4,5 ke 3,1) Kalau kejatuhan 1 terjadi dalam 3 bulan, yang kali ini terjadi tidak sampai sebulan. Imagine porto hilang 1/3 dalam waktu singkat, tepatnya d...

Dilemma (Case Study)

Image
Terkadang kita dihadapkan beberapa pilihan dalam berinvestasi. Ada yang clear yes, ada yang clear no, ada yang mixed signal. Bila clear yes and clear no, assuming anda rasional, maka anda jelas tau apa yang harus anda lakukan. Yang ingin kita bahas adalah ketika dihadapkan pada dilema, yaitu antara good and bad.  Case Study 1 -Emiten A: Q3 beberapa hari lagi akan rilis dan ada 2 kabar burung yang beredaran. Kabar burung pertama mengatakan omzet Q3 turun 15% dibanding Q2, dimana bila iya maka EPS Q3 akan kurang bagus (setengahnya Q1). Anehnya kabar burung kedua menggunakan lembaga kredibel berinisial N dan menarik kesimpulan kalau penjualan Q3 better than Q2 dan LK nya bagus. Mana yang benar? Most likely hanya salah satu yang benar. Or bisa saja keduanya salah. Inilah yang dimaksud dengan dilema. Case Study 2 -Emiten B: Bila menggunakan EPS 2023 sebesar 740 dan 2024 sebesar 880, maka valuasi saat ini melambangkan PER 15,1x dan forward PER 12,7x. Bila dilihat sekilas maka cenderung b...

Artikel KKGI

Image
Artikel dibawah tujuannya for fun. Sekaligus untuk menambah wawasan. Here we go. 1. Overview Mari kita mulai dari hal yang menarik. Apa yang membuat kinerja KKGI tahun ini better dibanding tahun lalu? Ternyata ditopang oleh peningkatan revenue. Next mengapa hal tsb bisa terjadi padahal harga coal turun? Untuk menjawabnya mari kita break down ASP dan Volume KKGI. 2. Revenue/Volume/ASP/ICI 4 22Q1: 41,8/703/59,5 22Q2: 68,1/921/73,9 22Q3: 68,8/921/74,7 22Q4: 76,2/960/79,4 23Q1: 85,5/1220/70,0/76,8 23Q2: 91,1/1546/58,9/65,1 Volume 23Q1 and 23Q2 saya tidak ada datanya, so saya raba kasar dari perubahan inventory. Untuk 23Q3 ICI4 ada di 52, sehingga kita akan pakai ASP 48. Terkait volume saya asumsi dia tidak keluarin stock gudang lama so pakai angka 1445 saja. Sehingga diperoleh revenue $69,4 juta. 3. Variable Costs Kita bagi menjadi 2 yaitu mining dan alien (kompensasi lahan). Alien/Mining/Produksi/Mining per Ton -22Q1: 1/26/793/32,8 -22Q2: 0/34/815/41,7 -22Q3: 1/34/954/35,6 -22Q4: 0/36/104...

Present and Future of HRUM

Image
1. Current Earnings As of LK 23Q2, 99% revenue HRUM masih berasal dari segmen batubara. Kinerja dia bagus di 23Q1 dikarenakan peningkatan volume produksi. Konteksnya 2022 dia produce 5,4 jt ton (1,35 jt ton/ kuartal). Di 23Q1: 1,75 jt and 23Q2: 1,70 jt. Hal ini menjelaskan mengapa EPS 23Q1 masih strong. Kalau 23Q2 turun lumayan, ya hal wajar. Toh harga ICI nya juga turun kan. Nah nanti 23Q3 juga kemungkinan begitu, karena gimanapun juga nasib utama masih berada di bisnis batubara sekaligus harga ICI itu sendiri.   2. Story Nikel Ada hal interesting disini. Tapi sebelumnya mungkin kita rinci anak usahanya. -WMI (owned 20%). Invest $75 jt, burning money. -IMI (owned 49%). Invested $180 jt. 2021 rugi, 2022 laba $28 jt, 2023 anggap $23 jt. -NIC (owned 6%). Invested $152 jt. 2021 laba $6 jt, 2022 laba $10 jt, 2023 anggap $9 jt. -APE. Small money, better ignore. Nah akhir September HRUM add portions di IMI. Dia bayar $70 jt untuk, alhasil skrg owned 99,99%. Biar gampang kita anggap aja f...

Analisa KIJA

Image
Artikel ini titipan 2 teman saya. And saya pikir oke juga untuk menambah wawasan. Bila mau to the point bisa langsung ke point 6. Mari kita mulai. 1. Overview Revenue past 10 years jalan di tempat. Begitu juga dengan laba kotor and laba usahanya. Tapi ada satu hal yang aneh dimana porsi non pengendali mendadak jadi besar sejak 2017 (jatah kita itu yang induk). Selain itu sejak 2017 laba sebelum pajak juga mendadak jadi sangat kecil dikarenakan ada pembengkakan beban keuangan dan beban lain lain. 2. Beban Keuangan Di 23Q2 beban keuangan ada efisiensi dibanding tahun lalu. Hutang berbunga di 23Q2 sebesar 4,66T. Angka tersebut turun dari 22Q4 yang 4,97T. Namun perlu diperhatikan kalau hutang berbunga dollar perusahaan bunganya akan naik setiap tahunnya. Tahun ini 7%, lalu 7,5%, lalu 8%, 8,5%, dan 9%. Namun kita bisa ignore ini bila hanya memandang 2023. 3. Beban Lain Lain Di 2017 beban lain karena biaya penerbitan obligasi. Kalau di 23Q2 karena rugi pemberhentian kontrak derivatif. Cerita...

Price vs. Value

Image
Bila anda seorang investor maka tugas anda adalah mempelajari bisnis perusahaan secara keseluruhan sebelum melakukan judgement untuk menentukan kisaran fair value sebuah emiten. Lalu angka tersebut anda bandingkan dengan harga yang ditawarkan market. Dan bilamana ada diskon cukup menarik maka bisa kita pertimbangkan untuk invest disana. Masalahnya kebanyakan orang sekitar tidaklah begitu. Mereka membasiskan decision making bukan dari price vs. value, melainkan dari price vs. price. Berikut beberapa contoh kalimatnya: 1. Saham ADES sudah naik tinggi, ngeri saya belinya. 2. Saham UNVR sudah turun banyak beberapa tahun terakhir, apakah sekarang menarik dibeli? Sadarkah anda kedua kalimat diatas tidak mengandung unsur value sama sekali. Apakah itu bijak dan rasional? Apakah benar bila basis decision making bertumpu pada hal tersebut? Padahal kita tau kalau investor memegang prinsip membeli saham adalah membeli bisnis, dan bukan lottery ticket. Namun mengapa kedua kalimat diatas yang tidak ...

Memposisikan Diri Sebagai Manajemen

Image
Sesuai judulnya, hal tersebut merupakan critical thinking yang perlu kita lakukan sebelum decision making investasi. Agar lebih jelas kita langsung masuk ke case study saja. 1. GGRM Ketika covid terjadi dan daya beli masyarakat sedang lemah, apakah kita berani menaikan harga untuk full pass on kenaikan cukai? Jawabannya tentu unlikely. Dan ketika ekonomi mulai membaik tentu masuk akal sekali kalau perusahaan mulai menaikan harga. Dan itulah yang dilakukan secara agresif sejak akhir 2022. Dampak dari kenaikan harga agresif ada 2 yaitu 1.) profit/ batang naik signifikan; 2.) volume penjualan terkena hit. Berhubung nomor 1 memiliki efek yang lebih dominan, alhasil laba GGRM meningkat signifikan. Next kita akan mencoba berfikir what's next. Volume penjualan GGRM yang dulunya 20M batang per kuartal turun menjadi 14,9M di Q2. Disini manajemen punya 2 opsi.  A: Puas dengan EPS 3.500 di 2023 dan 2024, serta mencoba mempertahankan market share di 16M/ kuartal. B: Kembali agresif menaikan ha...

Ekuitas and ROE LPPF 23Q3

Image
Artikel singkat saja ya. Intinya banyak yg lebai karena ekuitas LPPF -160M di 23Q2. Hipotesis kita Q3 rilis ekuitas positif.  1. NOBU Di 23Q2 harganya 472, sekarang 19 September di 770. Assume closing Q3 tetap di 770. Maka akan ada investment gain 298/ lembar atau setara 217M.  2. Laba Operasional  Mengingat ada kenaikan fixed cost, saya rasa cukup ceng li kita asumsikan laba 110M. Potong pajak jadi 86M. Kesimpulan Maka ekuitas ketika Q3 rilis akan jadi -160+217+86= 143M. Fun fact laba annualized seolah olah 1060M yang berarti akan terlampir ROE 740% nanti setelah Q3 rilis. Sekian dan semoga bermanfaat.

Pedang Bermata Dua

Image
Beberapa hari lalu saya dikirimi notes Howard Marks oleh teman saya. Very good read saya akui dan ada beberapa hal yang sangat menarik. Salah satunya terkait pedang bermata dua. Berikut isinya. Superior investing tidaklah mudah, tidak ada strategi yang bekerja setiap saat. Hampir setiap keputusan yang diambil investor merupakan pedang bermata dua.  1. Bila kita invest, kita akan kehilangan uang bila market turun. Bila kita tidak invest, kita akan kehilangan potensi gain saat market naik. 2. Market timing akan membuahkan hasil bila dilakukan dengan tepat. Sebaliknya buy and hold akan membuahkan hasil yang lebih baik bila market timing tidak bisa dilakukan dengan akurat. 3. Agresif akan membantu ketika market naik dan menyakitkan ketika market turun. Sebaliknya defensif akan membantu ketika market turun dan menyakitkan bila market naik. 4. Bila porto kita terkonsentrasi, kesalahan yang dibuat akan sangat menyakitkan. Sebaliknya bila kita diversifikasi, payoff dari keberhasilan akan t...

Fun Fact BTPS: IRR 58%

Image
Artikel ini pendek saja, toh hanya fun fact. Selama ini banyak yang berkata bunga BTPS adalah 30%/ tahun. Dikarenakan skemanya: -Pinjam 2 juta -Bayar 104K/ 2 minggu sebanyak 25x (total 2,6 juta). Padahal bila kita take into account time value of money, dan menghitung menggunakan IRR akan diperoleh angka 58%. Sangat tebal bukan? Hal serupa juga bisa ditemui di Amartha. Seolah olah 13,5% namun kalau dihitung efektifnya akan jadi 26%.  Dari sini sekaligus menjawab misteri yang ada dimana di tahun 2022 BTPS mencatatkan revenue 5,37T padahal loans yang disalurkan di akhir 2021 hanya 10,4T. Bila dibagi ketemu angka 51,6%. Bila anda salah satu yang menanyakan mengapa revenue nya bukan 30%*10,4T= 3,1T. Semoga dengan artikel ini misteri nya terjawab.  Happy Friday dan Tuhan memberkati.

Cincai Investing (Jadi Investor Harus Tahu Diri)

Image
Terkadang ketika kita membuat tesis berinvestasi, kita expect everything untuk berjalan sesuai skenario yg kita inginkan. Namun di tahun 2023 style saya berubah dimana skrg saya menyertakan 2 skenario yaitu: 1. Skenario good 2. Skenario konservatif Bila anda berada di posisi dimana case 1= happy, case 2= cincai la ya, maka anda telah menemukan saham ideal. Even better kalau pada case 2 anda masih bisa happy. Agar lebih enak saya akan sertakan 3 case study. Case Study 1: WIIM Bila anda lihat WIIM sedang heboh dikarenakan kasus Graha Wismilak. Simplenya WIIM beli gedung 30 tahun lalu dari Pak Nyono, dimana Pak Nyono melakukan ruislag (tukar guling) dengan polisi. Lucunya baru dipermasalahkan skrg. Perlu kt ketahui kalau WIIM hanya sebagai anak kos, bayar sewa 54 jt/ bulan ke bapak kos yaitu PT. Bumi Inti Makmur (afiliasi). Kedua kasus yang ada: 1. Best case: Gedung kembali, everything run normally. Kalau gini happy ya. Lawyer fees dll asumsi konservatif aja di 10M. Maka EPS Q3 akan berku...

Principles for Investing

Image
Artikel ini ditujukan untuk member Filbert Gameplan . Bila anda belum bergabung dan berminat mengetahui lebih dalam bisa coba visit link  ini . Artikel ini berisikan 5 prinsip dasar namun saya rasa sangat membantu dalam perjalanan investasi kita, baik bagi pemula maupun yang sudah berpengalaman. Silahkan dinikmati. 1. What to Look For. Dalam berinvestasi perlu diingat diawal kalau sebaiknya decision making tidak berdasarkan harga historis. Hal tersebut including avg buy anda. Tidak peduli anda sedang loss atau profit, hal tersebut seharusnya tidak play a role dalam decision making karena bisa mengganggu objektivitas anda.  Lantas yang harus diperhatikan adalah: 1). Berapa harga saham saat ini; 2). Bagaimana prospek perusahaan setahun ke depan, akan berapa EPS nya dimata anda/ forward earnings; 3). Bandingkan kedua angka tersebut untuk menyimpulkan apakah valuasi menarik atau tidak. Meski tidak mungkin bisa memprediksi secara akurat kinerja mendatang, tetap jauh lebih baik bila...

Ada Apa Dengan WSKT? Mari Kita Bedah

Image
Di bulan Februari 2023, kita sempat dihebohkan dengan suspend saham WSKT (meski kemarin sudah dibuka lagi). Bagaimana tidak? Emiten yang satu ini sangat ternama, bukan hanya di kalangan investor. Dan dengan asetnya yang 100T tentu ini perusahaan skala jumbo. Pada artikel ini, kita akan membahas 2 hal yaitu kondisi laporan keuangan perusahaan, dan juga perusahaan perbankan yang kemungkinan terkena dampak. Balance Sheet Liabilitas terbagi menjadi hutang berbunga dan tidak berbunga. Dalam kasus WSKT, as of 22Q3 perusahaan memiliki hutang berbunga 65T. Bila dibandingkan ekuitas 17,5T, kita bisa mendapatkan gearing ratio 371%. Sebagai patokan bila gearing diatas 100%, maka kita perlu agak berhati hati. Dengan hutang sebesar itu, bila kita asumsikan konservatif yaitu suku bunga 7%l tahun, maka perusahaan harus menanggung beban bunga 4,55T setiap tahunnya. Angka ini sangat signifikan bila kita bandingkan dengan gross profit perusahaan beberapa tahun terakhir.  -2022: 1,3T (annualized) -20...

Prospek Saham PT Elnusa (ELSA)

Image
Overview Ada beberapa hal yang sata pertama notice terkait dia. Pertama cash equivalent per share ELSA sebesar 227. Berbanding harga sahamnya yang 334 maka bisa dibilang ELSA ini cash rich. Logikanya seharusnya perusahaan tidak memiliki hutang berbunga. Dan berdasarkan LK 22Q4 gearing ratio ELSA 20%. Mengapa ga hutang dilunasi pakai cash? Untuk ini masih tanda tanya, namun saya pribadi merasa masih bisa ditoleransi. Selain itu saya juga melihat OCF perusahaan sangat bagus dalam beberapa tahun terakhir. Kedua GPM dan NPM nya sangat tipis. Ini bisa berarti 2 hal. Bila kedepan margin melebar misal dari NPM 3% ke 6%, maka artinya labanya akan double. Dilain sisi bila NPM menipis menjadi 1,5% maka labanya akan turun setengah. Ini key variable kedua yang akan kita dalami. Nah untuk men breakdown saya akan sajikan komparasi beberapa tahun terakhir, berdasarkan setiap lini usahanya.  Kinerja Historis Setiap Sektor Hulu (2022-2018) -Rev: 4.034/2.982/3.761/3.847/2.654 -GP: 221/-2/167/269/154...

Prospek Saham PT Akasha Wira International (ADES)

Image
Ketik analis sekuritas ditanya top picks di 2023, banyak dari mereka yang menyebutkan 3 sektor. Yaitu 1. Banking mengingat perekonomian Indonesia yang terus bertumbuh; 2. Telco mengingat demand yang tinggi dan stabil, serta diikuti kenaikan ASP; 3. Consumer yang produknya selalu dibutuhkan. Pada artikel ini kita akan membahas salah satu emiten consumer goods yaitu ADES.  Tahun 2023 bisa kita sebut sebagai the year of downtrading . Downtrading sendiri memiliki definisi perubahan consumer behavior yang switch ke brand lebih murah. Meski betul UMR mengalami kenaikan dari 5-8%, namun kebutuhan pokok masyarakat juga ikut naik. Minyak goreng meski sudah stabilize, harganya masih mahal di range 16K-17K. Hal serupa juga terjadi di BBM yang masih mahal. Alhasil konsumen akan mencari alternatif produk yang lebih murah, namun kualitas dan brand nya juga bagus.  Dan munculah ADES. Perusahaan consumer yang satu ini generate laba dari penjualan Nestle Purelife, Makarizo, dan others (bana...

ABMM and GEMS: Bila Coal Turun

Image
Berhubung harga coal turun what's the next best thing yg bisa kt lakukan selain berdoa. Ya coba lihat apa yg akan terjadi pada kinerja emiten coal bila asp turun. Bila kmrn ITMG, skrg kt bahas GEMS. Impact ke ABMM nya nanti saya bonusin. Step 1. Revenue -Volume 2023= 42 juta ton -ASP/ICI 4/% 22Q1= 539,1/8,5= 63,4/82,3/77% 22Q2= 795,6/9,6= 82,9/89/93% 22Q3= 729,7/10,2= 71,5/81,7/88% Untuk 2023 kt akan gunakan asumsi ASP di 65 sehingga didapat revenue $2730 juta. Step 2. Costs -Biaya produksi per ton: 22Q1: 203,3/7,8= 26,1 22Q2: 266,8/9,8= 27,2 22Q3: 247,3/10,4= 23,8 Kt pakai asumsi $26/ ton saja, total $1092 juta. -Royalti 22Q1: 77,1/539,1= 14,3% 22Q2: 141,5/795,6= 17,8% 22Q3: 160,4/729,7= 22,0% Kita pakai asumsi 20% saja. Didapat angka $546 juta. -Fixed cost (SGA) asumsi $400 juta Step 3. Finishing Dari angka diatas didapat laba 2730-1092-546-400= 692 juta. Potong pajak 20%, laba bersih $554 juta. Mengingat ABMM dapat jatah 30%, maka porsi ABMM $166 juta, setara EPS 905 dari bisnis...

ITMG: EPS bila harga coal turun

Image
Asumsi produksi 17 jt ton. Yg ambil barang 2 jt ton beli dari pihak ketiga kt ignore saja, toh bakal dijual dengan harga beli+ $3 kan. Bedah unit economicsnya. ASP pakai 140 (kalau ausi 200) COGS pakai 50 Royalti 15%= 21 (naik emang) Maka laba kotor/ton= 69. Jadi gross profit 17jt*69= 1173 jt. Now urusin fixed cost nya. SG&A 180 jt Laba before tax 993 jt Pajak skrg 20%. Jadi pajak 198.6 jt. Net profit 794.4 jt. Kurs 15.000 dapat eps 10.550. Bonus: what if ausi 160 and asp itmg 120? Nanti dapetnya laba before tax 704 jt, laba bersih 563.2 jt, setara eps 7480. Kuncinya apa jadi? Apakah asumsi pak yulius (direktur itmg) kalau coal akan stay di 150-200 until 2025? Key variables nya disini. Kita bisa pakai asp full year ITMG 2023: 170, eps 2023 15.150. Cash di gudang saat ini ada 12.800. Kalau tambahin laba Q4 5.700 jadi 18.500 cash nya nanti after 22Q4 rilis. Jadi sebetulnya 23Q4 cash nya bakal jadi 33.650. Harapannya ya dividen. Lalu untuk 2024 kan harga coal normalize (turun), harapa...

Analisa PMJS 22Q3

Image
Saya barusan buka PMJS. Berikut notes saya: 1. Analisa step 1 menarik. Seolah olah revenue growth signifikan diikuti pertumbuhan laba. 2. Analisa step 2 hasilnya mixed. CFO jelek. Gearing ratio 0% alias tidak ada hutang berbunga. CCC juga surprisingly good di 40 hari (idealnya <180). 3. Analisa step 3. Ternyata bisnis utama dia dealer mitsubishi 50 outlet. Yes dia ada dealer nissan and Mercy, namun cuma 1 outlet so ignore aja. Selain itu lini usaha lain ignore aja karena kontribusi minim. 4. Mari kita dalami dari segi revenue/quantity/ASP penjualan/GPM/NPM mobil dia: -22Q3: 8097/5,7%/2,7% -21Q3: 6457/5,1%/1,8% -20Q3: 4067/4,3%/0,4% -19Q3: 6042/4,7%/1,3% 5. Kesimpulan Emiten seperti ini PER wajarnya ada di range 5-10x. Key variables distributor itu kan di quantity. Maka kt mau tau dia jumlah dealernya berapa kan. Dan datanya adalah 2016=38, 2017=39, 2018=43, 2019=46, 2020=47, 2021=49, 2022=50. Alias kurang menarik. Misal pakai PER wajar 8x, ya didapat harga wajar 8*20=160. Semoga ber...

Analisa SPMA 22Q3.

Image
Sekilas dilihat emiten ini menarik. Gearing ratio 35% good. OCF good. CCC 129 hari good. And perlu di note kalau komponen COGS ada 3 yaitu bahan baku, TKL, dan BOP. Untuk industri kertas biasa BOP nya relative high. Sekarang mari kita bahas key variablesnya.  1. Inventory Naik. Dari 577M (21Q4) jadi 814M (22Q3), mayoritas bahan baku. Angka ini tergolong besar mengingat pemakaian bahan baku perusahaan 1092M di 22Q3. Artinya ada stock di gudang setara 203 hari. Cukup tinggi dibanding OKI (anak TKIM) yang 128 hari and INKP yang 105 hari.  2. Revenue dan NPM Naik. 99,2% revenue perusahaan berupa penjualan kertas. Alias 2339M dari 2358M. Sehingga fokus kita akan kesana. Saya akan sertakan revenue/ quantity/ASP segmen kertas -22Q3: 2339/154/15,2 -21Q3: 1914/149/12,9 -20Q3: 1532/140/10,9 -19Q3: 1864/170/11,0 NPM perusahaan juga naik.  -19: 5,2% -20: 7,5% -21: 10,5% -22: 10,5% Mengapa begitu? Jawabannya jelas karena ASP paper yang memang sedang tinggi hingga saat ini. So bila and...

Artikel Saham Rokok+ WIIM 2023

Image
Dalam rangka WIIM turun harganya saya mau revisit tesis saya kembali dengan update an baru. Kuncinya ada di UMR. UMR naik daya beli naik. Kalau UMR ga naik kaya beberapa tahun terakhir daya beli rendah, perusahaan rokok susah naikin harga. Padahal cukai naik terus. Berikut COGS/revenue, beban cukai/ revenue, COGS diluar cukai/revenue beberapa company rokok: -HMSP 85,0%/60,4%/24,6% -GGRM 91,8%/79,2%/12,6% -WIIM 79,1%/55,3%/23,8% 2023 naik 10% asumsi aja cukai SKM naik 12%. Artinya kalau mau pass on cukai maka kenaikan harus seperti berikut: -HMSP +7,2% -GGRM +9,5% -WIIM +6,6% Di 2023 kenaikan UMR Jakarta (5,6%), Jabar (7,9%), Jateng (8,0%), Jatim (7,8%). Skrg mari kt posisikan diri sebagai GGRM and HMSP. Ada 3 skenario disini. 1. HMSP +5%, GGRM +7%. Kalau begini laba mereka akan semakin tergerus dimana EPS akan jadi HMSP (38) and GGRM (0). 2. HMSP +7,2%, GGRM +9,5%. Kalau gini laba mereka akan sama dimana EPS HMSP (56) dan GGRM (1000). 3. HMSP +9%, GGRM +11%. Kalau gini laba mereka akan...